Menu Pages

Sunday, 13 November 2011

Persiapan UNAS 2012: Termokimia


SKL-5 : Memahami perubahan energi, cara pengukuran dan penerapannya.

Indikator :
a. Menganalisis proses eksoterm/endoterm pada termokimia.
b. Menentukan kalor reaksi.
Pada indikator (a) alternatif soal yang mungkin adalah dari beberapa contoh reaksi kimia, Anda diminta menganalisis contoh tersebut tergolong eksoterm atau endoterm. Contoh lain adalah diberikan beberapa peristiwa/gejala beserta penjelasannya, namun tanpa persamaan reaksi kimia, Anda diminta memilih eksoterm atau endoterm.

Indikator (b) menentukan besarnya kalor suatu reaksi. Jenis kalor reaksi bergantung pada jenis reaksinya. Contoh, persamaan termokimia  pembentukan NaCl, 
Na(s) ) + 1/2 Cl2(g) --> NaCl(s) DH = - a kJ/mol
Umumnya penentuan kalor reaksi berdasarkan hukum Hess, dapat berupa diagram entalpi/siklus, menghitung kalor suatu reaksi dari beberapa reaksi yang diketahui perubahan entalpinya. Hess menyatakan bahwa kalor reaksi tidak bergantung pada jalannya reaksi, namun hanya ditentukan oleh keadaan awal dan keadaan akhir reaksi. Penentuan kalor reaksi dapat menggunakan data perubahan entalpi pembentukan. Untuk ini persamaan reaksi harus disetarakan, kemudian perhatikan produk dan reaktannya. 
Alternatif lain, menentukan kalor reaksi dengan menggunakan data dari percobaan dengan kalorimeter, atau menggunakan data energi ikatan. Hati-hati dalam perhitungan kalor reaksi, kalor yang ditanyakan sering dalam satuan kJ/mol. Sedangkan yang diketahui adalah volum dan molaritas masing-maing reakstan. Mula-mula Anda harus menghitung Qr dahulu, kemudian hitunglah jumlah mol reaktan pembahatasnya, baru menentukan kalor reaksi per mol. Untuk data energi ikatan, hati-hati bahwa ikatan C - C berbeda dengan C = C, begitu pula O - O berbeda dengan O = O. Agar tidak salah, maka berlatihlah dengan mengubah rumus kimia zat-zat dalam persamaan reaksi menjadi rumus struktur, yaitu dengan mencantumkan garis ikatannya.

No comments:

Post a Comment