Dalam menerapkan pembelajaran kewirausahaan, penulis mengerahkan siswa peduli lingkungan untuk menjual hasil kerjanya pada Pameran Pendidikan yang diadakan di Jatim Expo 2011 yang baru lalu. Mereka sangat giat dalam bekerja dan upaya untuk mendapatkan untung mereka lakukan dengan menghabiskan semua dagangannya. Masing-masing siswa mempunyai cara sendiri yang cukup unik dalam melayani pembeli dalam pameran itu. Ada yang berusaha menjelaskan cara memasak bakso hatipisang, ada yang berupaya menyadarkan membeli terhadap khasiat hati pisang yang dicampurkan ke bakso tersebut, ada pula yang menjajakan baksonya sambil teriak dengan nada seperti sedang menyanyi. Eh akhirnya habis juga dagangannya.
Gambar berikut adalah bakso hati pisang yang dimasak anak-anak. Namun sebelum pameran berlangsung beberapa peningkatan mereka lakukan, diantaranya cara menyajikan bakso menggunakan mangkok, diberi sawi putih dan wortel, bawang merah goreng dan kuah. Karena berjualan dipameran, maka harus memperhatikan kemudahan pembeli pada saat membawa dan memakannya. Oleh sebab itu mangkok harus ada tutupnya dan dilengkapi dengan sendok, kuah tidak perlu terlalu banyak. Ternyata pelayanan mereka memuaskan konsumen. Mereka diwawancara oleh TVRI, beberapa majalah remaja dan majalah pendidikan, serta ada seorang pembeli yang menawarkan kerjasama dengan kantin yang dikelolanya untuk menjual bakso hati pisang ini .
Sungguh tidak penulis sangka sebelumnya bahwa hasil kerja siswa peduli lingkungan ini dapat berhasil dalam pameran tersebut. Bakso yang terlihat pada gambar adalah produk pertama. Tampilannya masih kurang bagus dan bentuknya kurang rata. Namun mengejutkan juga, pada hari H pameran diselenggarakan, produk mereka lumayan bagus. Eh siapa tahu, ternyata banyak pengunjung yang mendukung program mereka dan salut terhadap kemampuan mereka, baik baksonya, maupun cara bicara dan kualitas penjelasan serta pelayanannya. Semoga program ini dapat dicontoh dan dikembangkan oleh siswa, guru, maupun pihak-pihak pemerhati pendidikan lingkungan hidup.
Pelaksanaan program yang diuraikan di atas, menggambarkan bahwa "Green Cemistry" telah dilakukan, "Eco Chemistry" termasuk "Eco School and the Curriculum" terlaksana pula. Alhamdulillah, sejak dini penerapan pembelajaran konteks yang penulis lakukan telah sesuai dengan program "Eco School and the Curriculum" yang dilaksanakan di seluruh dunia. Bagaimana tidak, kimia sendiri sangat berperanan dalam kehidupan kita. Tentu saja mudah bagi guru kimia dan siswa mengaplikasikan pengetahuan dan kemampuan kimianya untuk membuat hidup menjadi lebih baik. .
No comments:
Post a Comment